Lotim Siapkan Transformasi Pengelolaan Sampah Lewat Program Hibah Bank Dunia

Sekda Lotim saat menerima kedatangan mahasiswa

Lombok Timur, CBM– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mematangkan langkah untuk memperoleh dukungan program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia. Program tersebut menjadi peluang besar bagi daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berupaya agar Lombok Timur masuk dalam daftar 30 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi penerima program tersebut. Fokus utama program ini adalah peningkatan kualitas layanan publik, khususnya pada sektor persampahan.

Menurutnya, kesiapan daerah telah diperlihatkan melalui penyediaan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang cukup luas. Dari total sekitar 15 hektare area TPA yang tersedia, sebagian lahan akan difungsikan sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Minimal dua hektare akan kita siapkan untuk TPST terintegrasi. Konsepnya bukan lagi membuang sampah begitu saja, tetapi mengelolanya menjadi sesuatu yang bernilai, termasuk energi terbarukan,” ujar Sekda, Senin (11/5).

Ia menambahkan, Pemkab Lombok Timur juga telah menyerahkan berbagai dokumen pendukung kepada pemerintah pusat. Dokumen tersebut meliputi rencana pembangunan daerah, masterplan pengembangan sistem persampahan, hingga roadmap pengelolaan sampah yang menjadi syarat dalam proses seleksi program LSDP.

Keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah disebut juga sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat dan kalangan mahasiswa. Pemda bersama sejumlah elemen, termasuk BEM Lotim, disebut telah membangun komunikasi terkait penanganan isu lingkungan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Selain persoalan sampah, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap distribusi LPG agar tetap stabil di masyarakat. Pengawasan distribusi disebut akan diperketat untuk mencegah penyaluran yang tidak sesuai ketentuan wilayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, H. Pathurrahman, menilai program LSDP dapat menjadi momentum perubahan pola pengelolaan sampah di daerah. Ia menegaskan bahwa paradigma lama yang hanya berorientasi pada pembuangan sampah harus diubah menjadi pengolahan yang produktif dan bernilai ekonomi.

Menurutnya, melalui sistem TPST nantinya sampah akan dipilah dan diolah menjadi berbagai produk, seperti kompos maupun produk turunan lainnya. Dengan konsep tersebut, hanya sisa residu akhir yang akan dibuang ke TPA.

Saat ini, DLH Lombok Timur masih fokus melengkapi dokumen administrasi dan teknis yang dibutuhkan dalam proses seleksi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, verifikasi lapangan dari pemerintah pusat direncanakan berlangsung pada Juni mendatang untuk melihat kesiapan daerah secara langsung.

Setelah tahapan verifikasi selesai, proses akan dilanjutkan dengan penyempurnaan dokumen final hingga November. Selanjutnya, pemerintah pusat dijadwalkan melakukan penandatanganan kerja sama dengan daerah-daerah yang dinyatakan lolos sebagai penerima program hibah LSDP.


Posting Komentar untuk "Lotim Siapkan Transformasi Pengelolaan Sampah Lewat Program Hibah Bank Dunia"