Tuan Guru Solah Pimpin NWDI Lombok Timur, Konsolidasi 21 Kecamatan Jadi Prioritas

Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi, Lc., M.A



LOMBOK TIMUR, CBM – Pembenahan internal dan penguatan silaturahmi hingga tingkat kecamatan menjadi pekerjaan awal yang disiapkan Dr. TGH. Sholah Sukarnawadi, Lc., M.A., setelah terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Timur.

Tokoh yang akrab disapa Tuan Guru Solah tersebut terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) I NWDI Lombok Timur 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam NWDI Lombok Timur, Ahad (18/10/2026).

Usai menerima amanah kepemimpinan, Tuan Guru Solah menegaskan bahwa kemajuan organisasi tidak bisa hanya dibebankan kepada ketua. Menurutnya, kekompakan, komunikasi, dan keterlibatan seluruh jajaran menjadi kunci untuk membangun NWDI yang lebih solid.

Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip kolektif kolegial dalam menjalankan roda organisasi. Dengan pola tersebut, setiap pengurus diharapkan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan dan mendorong kemajuan organisasi.

“Majunya organisasi kita tidak bergantung kepada satu orang dan tidak bertumpu pada ketuanya saja. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk terus bekerja sama memajukan Pengurus Daerah NWDI Lombok Timur secara kolektif kolegial,” ujarnya.


Salah satu agenda yang menjadi perhatian Tuan Guru Solah adalah memperbaiki komunikasi antara pengurus daerah dan jajaran di bawahnya. Ia mengaku kerap menerima masukan mengenai kurangnya perhatian pengurus daerah terhadap pengurus cabang maupun anak cabang.

Untuk menjawab persoalan tersebut, ia merencanakan kunjungan silaturahmi ke 21 kecamatan di Lombok Timur setelah struktur kepengurusan baru selesai dibentuk.

Langkah itu diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertemuan, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi, mengetahui persoalan di lapangan, serta memperkuat hubungan antarpengurus.

“Insyaallah, setelah kepengurusan ini rampung, saya bersama jajaran pengurus akan turun bersilaturahmi kepada para tokoh dan pengurus cabang kita di 21 kecamatan. Kita ingin meningkatkan soliditas dan memastikan seluruh jajaran organisasi tetap kompak,” katanya.

Tuan Guru Solah juga mengajak seluruh kader menerima kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki organisasi. Ia menilai, perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan bahan evaluasi untuk memperkuat kebersamaan.


Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) NWDI Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. Najmul Akhyar, S.H., M.H., mengingatkan kepengurusan baru agar memprioritaskan pembenahan organisasi sebelum terlalu jauh melangkah ke agenda politik.

Menurutnya, penguatan struktur harus dimulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting. Pengurus daerah juga perlu memastikan keberadaan organisasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, termasuk melalui penguatan kegiatan keagamaan dan pendidikan di madrasah-madrasah NWDI.

Ia menegaskan, pengurus daerah memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan persoalan yang dihadapi warga organisasi.

Karena itu, pembentukan kepengurusan yang belum lengkap harus segera didorong. Pada saat bersamaan, kegiatan pengajian di madrasah perlu dihidupkan agar organisasi tetap berperan dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

Najmul Akhyar juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah kelembagaan yang membutuhkan perhatian serius. Persoalan tersebut meliputi status tanah madrasah, penuntasan administrasi wakaf, serta penyesuaian nama lembaga dari Nahdlatul Wathan (NW) menjadi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).

Menurutnya, persoalan administrasi dan legalitas lembaga pendidikan tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan kepastian status kelembagaan dan keberlangsungan pengelolaan madrasah.

“Pengurus daerah harus mampu menjadi penghubung antara organisasi dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi madrasah maupun warga NWDI,” tegasnya.

Dengan sejumlah agenda tersebut, kepengurusan baru PD NWDI Lombok Timur dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menghadirkan pelayanan organisasi yang lebih nyata bagi madrasah, kader, dan masyarakat.


Posting Komentar untuk "Tuan Guru Solah Pimpin NWDI Lombok Timur, Konsolidasi 21 Kecamatan Jadi Prioritas"