Perkuat Jalan dan Perlindungan Sosial, Pemkab Lotim Pacu Pertumbuhan Ekonomi


Bupati saat menghadiri Maulid di Dasan Lekong


Lombok Timur, CBM — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menyusun berbagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan infrastruktur, optimalisasi sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan, hingga perlindungan bagi pekerja menjadi bagian dari strategi yang dijalankan pemerintah daerah.


Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami’ Raden Ma’ara, Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Ahad (30/8).


Menurut Haerul, persoalan kemiskinan dan tantangan ekonomi daerah membutuhkan penanganan yang terarah. Pemerintah harus mampu menentukan sektor yang menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.


Salah satu fokus utama yang kini diperkuat adalah infrastruktur jalan. Kondisi jalan yang memadai dinilai memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.


Lombok Timur sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Nusa Tenggara Barat. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan lahan pertanian, baik sawah maupun lahan kering.


Karena itu, pemerintah daerah mendorong pembenahan tata kelola pertanian agar potensi yang dimiliki dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani. Wilayah seperti Pringgasela, Kotaraja, Montong Gading dan daerah sekitarnya disebut memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan.


Haerul mencontohkan Taiwan sebagai daerah yang mampu mengembangkan sektor pertanian meski memiliki keterbatasan lahan. Menurutnya, Lombok Timur dengan sumber daya lahan yang lebih luas seharusnya dapat mengembangkan pertanian melalui pola pengelolaan yang lebih efektif tanpa semakin membebani petani.


Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat kemampuan keuangan melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini menjadi penting setelah adanya efisiensi anggaran pemerintah pusat yang turut berdampak pada keuangan daerah dengan pengurangan dana mencapai sekitar Rp405 miliar.


Meski menghadapi tekanan anggaran, PAD Lombok Timur dalam 10 bulan justru mengalami peningkatan. Dari sebelumnya sekitar Rp480 miliar, angka tersebut meningkat menjadi Rp553 miliar.


Peningkatan pendapatan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk tetap menjalankan pembangunan dan sejumlah program pelayanan dasar.


“Dengan peningkatan PAD tersebut, pemerintah masih dapat melanjutkan pembangunan jalan sekaligus memenuhi kebutuhan program kesehatan dan ketenagakerjaan masyarakat,” kata Haerul.


Tidak hanya infrastruktur, perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor pendidikan. Lombok Timur tercatat menjadi salah satu daerah di NTB yang memperoleh bantuan revitalisasi sekolah dalam jumlah besar dari pemerintah pusat.


Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah meningkatkan dukungan anggaran untuk kepesertaan BPJS Kesehatan. Alokasi yang pada 2025 berada di angka sekitar Rp98 miliar meningkat menjadi Rp147 miliar pada 2026. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang mendapatkan manfaat jaminan kesehatan.


Perlindungan sosial juga diperluas melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga kelompok pekerja rentan, termasuk marbot dan guru ngaji.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan bahwa tugas utama aparatur di setiap tingkatan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari RT/RW, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat memiliki tanggung jawab dalam memastikan kebutuhan warga mendapatkan pelayanan yang layak.


Ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan kendala dalam pelayanan publik. Masukan masyarakat dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.


Haerul juga menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih Lombok Timur merupakan hasil kerja kolektif, bukan keberhasilan satu pihak semata.


“Keberhasilan Lombok Timur merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah dan seluruh masyarakat yang terus ikut berkontribusi membangun daerah,” pungkasnya.


Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri sejumlah tuan guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Posting Komentar untuk "Perkuat Jalan dan Perlindungan Sosial, Pemkab Lotim Pacu Pertumbuhan Ekonomi"